Pengprov Perbakin DKI Jakarta Gelar Pelatsar dan Sertifikasi Ujian Atlet Berburu Angkatan ke-XIX

Pengurus Provinsi Perbakin DKI Jakarta kembali mengelar Pelatihan Dasar (Pelatsar) dan Sertifikasi Ujian Keterampilan Menembak Bidang Berburu angkatan ke-XIX pada tanggal 20 hingga 22 September 2019.

Pelaksanaan kegiatan Pelatsar dan Sertifikasi tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni pembekalan materi dasar berburu secara teori di Hotel Pitagiri, Palmerah, Jakarta Pusat (20/09-21/09) dan uji keterampilan menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat (22/09).

Ketua Bidang berburu Pengprov Perbakin DKI Jakarta, Benny Benyamin, selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan menuturkan, kegiatan Pelatsar dan Sertifikasi angkatan ke-XIX diikuti oleh 76 orang peserta calon atlet berburu Perbakin yang berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Aceh, Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Disampaikan, seluruh peserta wajib melakoni setiap sesi pembekalan baik materi yang diberikan secara teori maupun ujian praktek menembak. “Untuk teori ada sejumlah materi yang diberikan kepada para peserta, mulai dari Cakrawala Berburu, Pengetahuan dan teknik penggunaan senjata dalam berburu, Peraturan dan undang-undang tentang kepemilikan senjata api dan amunisi, Keorganisasian, Cara mengatasi kecelakaan saat melaksanakan kegiatan berburu, Konservasi sumber daya alam, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi Ujian praktek menembak,” kata Benny.

“Saat ujian praktek, para peserta diberi kesempatan dua kali tembakan ujicoba, lalu lima kali tembakan dengan posisi tiarap dan lima kali dengan posisi jongkok atau duduk. Ujian menembak ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan menembak para calon atlet bidang berburu,” tambahnya.

Benny mengungkapkan, hasil ujian teori dan praktek menembak akan dijadikan tolak ukur untuk lulus atau tidak para peserta. Apabila nilai hasil ujian tidak memenuhi standar ketentuan Perbakin, maka peserta dinyatakan tidak lulus dan diperbolehkan melakukan pengulangan. Namun sebaliknya apabila nilainya bagus maka dinyatakan lulus dan akan mendapatkan Sertifikat Berburu.

Benny juga memaparkan, Pelatihan Dasar dan Sertifikasi Berburu merupakan kewajiban yang harus ditempuh untuk menjadi atlet anggota Berburu Perbakin. “Setelah dinyatakan lulus dan mendapatkan Sertifikat Berburu, para peserta berhak mengajukan diri untuk menjadi anggota Perbakin bidang Berburu, serta diperkenankan mengikuti event-event Berburu yang berlangsung baik di kancah nasional ataupun internasional,” paparnya.

Pemateri dan penguji dari Pengurus Besar (PB) Perbakin: Dr. Ir. Ignatius Heruwasto (kiri foto), Agung Prabowo (kanan foto) dan Franz Pesch (foto bawah).

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Perbakin DKI Jakarta, Drs. Setyo Wasisto SH yang berhalangan hadir di kegiatan Pelatsar dan Sertifikasi Berburu angkatan ke-XIX, di tempat berbeda menerangkan banyak hal yang bisa dipetik oleh para peserta dari gelaran kegiatan Pelatsar dan menjadi langkah awal bagi para calon atlet Berburu dalam meraih prestasi. Pelatihan Dasar bidang Berburu dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas elemen sumber daya manusia pada olahraga menembak bidang Berburu, khususnya untuk kemampuan berburu dan menembak para calon atlet agar dapat mendulang prestasi yang gemilang nantinya.

Selain itu, menurut Drs. Setyo Wasisto SH, pada kegiatan olahraga Berburu juga sangat membutuhkan keterampilan khusus yang berhubungan erat dengan alam. Maka dari itu, seorang pemburu harus memahami dan menguasai ketentuan tentang perburuan, baik etika, tata cara penggunaan dan pengamanan senjata api, serta pengenalan lokasi perburuan.

Dia meminta agar gelaran kegiatan Pelatihan Dasar dan Sertifikasi dijadikan momentum berharga bagi para peserta guna peningkatan kualitas. “Kelulusan Pelatihan Dasar janganlah semata-mata dijadikan sebagai formalitas belaka untuk mendapatkan KTA Perbakin dan memperoleh ijin kepemilikan senjata, akan tetapi haruslah dijadikan momentum berharga yang bertujuan untuk peningkatan kualitas. Bukan hanya peningkatan kompetensi dari segi ilmu dan keahlian menembak saja, namun juga membangun karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab,” pintanya.

Lebih lanjut, Drs. Setyo Wasisto SH menyampaikan pesannya agar para peserta yang telah mengikuti Pelatsar dan Sertifikasi nantinya bisa mengaktualisasikan apa yang diberikan para pemateri dan penguji sebelumnya. Mulai dari pemahaman tentang senjata api, teknik penggunaan hingga pengamanan senjata, serta pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam di sekitar area perburuan.

Drs. Setyo Wasisto SH juga mengapresiasi antusiasme peserta yang cukup besar, termasuk diantaranya ada 3 orang peserta wanita. Dia pun berharap para peserta yang telah lulus agar rutin memperdalam kemampuan untuk dapat bergabung ke dalam olahraga prestasi dan tidak sekedar menyalurkan hobi berburu saja, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan olahraga menembak khususnya bidang Berburu.

“Saya berharap peserta yang telah lulus mengikuti kegiatan Pelatsar dan Sertifikasi agar rutin memperdalam kemampuan untuk dapat bergabung ke dalam olahraga prestasi, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan olahraga menembak, khususnya bidang Berburu,” harapnya.

Untuk diketahui, adapun pemateri dan penguji dalam Pelatihan Dasar dan Sertifikasi Berburu angkatan ke-XIX diisi oleh tim dari Pengurus Besar (PB) Perbakin, yakni Dr. Ir. Ignatius Heruwasto, Agung Prabowo, Franz Pesch, dr. Bambang Irawan, Mg. Nababan, dan Hari Setiawati.

Ketua Bidang Berburu Pengprov Perbakin DKI Jakarta, Benny Benyamin (kiri foto) mendampingi tim pemateri dan penguji saat memberikan arahan kepada para peserta sebelum melaksanakan ujian praktek menembak.

 


Lihat Foto Kegiatan Lainnya

[Humas Pengprov Perbakin DKI Jakarta]

 

Simak Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan